AGuNk Blog

Featured Posts

Minggu, 09 Juni 2013

Suaian


 

Apabila dua buah komponen akan dirakit maka hubungan yang terjadi yang ditimbulkan oleh karena adanya perbedaan ukuran sebelum mereka disatukan, disebut dengan suaian (fit). Suaian ada tiga kategori,yaitu :
1.      Suaian Longgar (Clearance Fit) : selalu menghasilkan kelonggaran, daerah toleransi lubang selalu terletak di atas daerah toleransi poros.
2.      Suaian paksa (Interference Fit) : suaian yang akan menghasilkan kerapatan, daerah toleransi lubang selalu terletak di bawah toleransi poros.
3.      Suaian pas (Transition Fit) : suaian yang dapat menghasilkankelonggaran ataupun kerapatan, daerah toleransi lubang dan daerah toleransi poros saling menutupi.
Untuk mengurangi banyaknya kombinasi yang mungkin dapatdipilih maka ISO telah menetapkan dua buah sistem suaian yang dapatdipilih, yaitu :
1.  Sistem suaian berbasis poros (shaft basic system), dan
2.  Sistem suaian berbasis lubang (hole basic system)
Apabila sistem suaian berbasis poros yang dipakai, makapenyimpangan atas toleransi poros selalu berharga nol (es=0). Sebaliknya,untuk sistem suaian berbasis lubang maka penyimpangan bawah toleransilubang yang bersangkutan selalu bernilai nol (EI=0).
Beberapa suaian yang terjadi di luar suaian tersebut di atas bisa terjadi, terutama di daerah suaian paksa dan longgar yang mungkin masih terjadi beberapa pasangan dari longgar (Loose Running) sampai paksa (force). Beberapa contoh suaian menggunakan basis lubang yang basis lubang terjadi dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Suaian (limits and fits) menggunakan basis lubang
Deskripsi
Lubang
Poros
Loose Running
H11
c11
Free Running
H9
d9
Loose Running
H11
c11
Easy Running-Good quality easy to do
H8
f8
Sliding
H7
g6
Close clearance-Spigots and locations
H8
f7
Location/Clearance
H7
h6
Location-slight interference
H7
k6
Location/Transition
H7
n6
Location/Interference-Press fit which can be separated
H7
p6
Medium Drive
H7
s6
Force
H7
u6

Karakteristik Geometrik




Karakteristik geometrik (misalnya : besarnya kelonggaran antara komponen yang berpasangan) berhubungan dengan karakteristik fungsional. Karakteristik fungsional mesin tidak tergantung pada karakteristik geometrik saja, tetapi dipengaruhi juga oleh : kekuatan, kekerasan, struktur metalografi, dan sebagainya yang berhubungan dengan karakteristik material. Komponen mesin hasil proses pemesinan bercirikankarakteristik geometrik yang teliti dan utama. Karakteristik geometrik tersebut meliputi: ukuran, bentuk, dan kehalusan permukaan.
 Karakteristik geometrik yang ideal :
  • Ukuran yang teliti,
  • Bentuk yangsempurna dan
  • Permukaan yang halus sekali 
Dalam praktek tidak mungkintercapai karena ada penyimpangan yang terjadi, yaitu :
1.  Penyetelan mesin perkakas
2.  Pengukuran dimensi produk
3.  Gerakan mesin perkakas
4. Keausan pahat
5. Perubahan temperatur
6.  Besarnya gaya pemotongan.

Penyimpangan yang terjadi selama proses pembuatan memangdiusahakan seminimal mungkin, akan tetapi tidak mungkin dihilangkan sama sekali. Untuk itu dalam proses pembuatan komponen mesin denganmenggunakan mesin perkakas diperbolehkan adanya penyimpangan ukuran maupun bentuk. Terjadinya penyimpangan tersebut misalnya terjadi pada pasangan poros dan lubang.

Agar poros dan lubang yang berpasangan nantinya bisa dirakit, maka ditempuh cara sebagai berikut :
1. Membiarkan adanya penyimpangan ukuran poros dan lubang, Pengontrolan ukuran sewaktu proses pembuatan poros dan lubang berlangsung tidak diutamakan. Untuk pemasangannya dilakukan dengan coba-coba.

2. Membiarkan adanya penyimpangan kecil yang telah ditentukan terlebihdahulu. Pengontrolan ukuran sangat dipentingkan sewaktu proses produksi berlangsung. Untuk perakitannya semua poros pasti bisadipasangkan pada lubangnya.

Cara kedua ini yang dinamakan cara produksi dengan sifatketertukaran. Keuntungan cara kedua adalah proses produksi bisaberlangsung dengan cepat, dengan cara mengerjakannya secara paralel,yaitu lubang dan poros dikerjakan di mesin yang berbeda dengan operatoryang berbeda. Poros selalu bisa dirakit dengan lubang, karena ukuran danpenyimpangannya sudah ditentukan terlebih dahulu, sehingga variasiukuran bisa diterima asal masih dalam batas ukuran yang telah disepakati.Selain dari itu suku cadang bisa dibuat dalam jumlah banyak, sertamemudahkan mengatur proses pembuatan. Hal tersebut bisa terjadi karenakomponen yang dibuat bersifat mampu tukar (interchangeability). Sifat mampu tukar inilah yang dianut pada proses produksi modern.

Variasi merupakan sifat umum bagi produk yang dihasilkan oleh suatu proses produksi, oleh karena itu perlu diberikan suatu toleransi. Memberikan toleransi berarti menentukan batas-batas maksimum  dan minimum di mana penyimpangan karakteristik produk harus terletak. Bagian-bagian yang tidak utama dalam suatu komponen mesin tidak diberi toletansi, yang berarti menggunakan toleransi bebas/terbuka (open tolerance).

Toleransi diberikan pada bagian yang penting bila ditinjau dari aspek :
1. Fungsi komponen
2. Perakitan, dan
3. Pembuatan.