AGuNk Blog

Featured Posts

Friday, February 27, 2015

Cara Mengkilapkan Batu Akik




Saat ini batu akik menjadi primadona bagi semua kalangan, baik cowok maupun cewek sekarang sama-sama memburu batu akik, batu akik sendiri merupakan batu mulia, batu akik digemari karena warrna, tekstur, pamor bahkan ada yang muncul tulisan atau gambar tertentu pada permukaan batu akik itu.

Kebanyakan batu akik yang ada  dipasaran masih belum mengkilap, artinya batu tersebut masih buram dan bertekstur kasar, disini saya akan berbagi tips bagaimana cara mengkilapkan batu akik dengan cara alami, sebenarnya banyak cara untuk mengkilapkan batu akik, diantaranya yaitu dengan digosokkan pada serbuk intan, batu ijo, digerinda halus dan macam-macam cara, dari cara tersebut kadang harus membutuhkan biaya yang cukup besar, mengapa tidak, serbuk intan saja 1 gramnya mencapai kisaran harga 35-40 pe gram, disini saya akan berbagi tips tentang mengkilapkan batu akik dengan cara sederhana dan alat sederhana pula yaitu menggunakan media Bambu, penasaran ?

Berikut langkah-langkah pembuatannya:

  • Carilah bambu yang sudah agak tua berwarna kekuning-kuningan dengan tekstur permukaan bambu yang agak halus.
  • Potong ukuran sekitar 30 cm atau bias juga sekitar 20 cm, bambu tersebut dibelah menjadi 3 atau 4 bagian, cukup ambil salah satu dari bagian itu.
  • Kemudian haluskan permukaan bawah bambu agar tidak berbahaya ketika digunakan.
  • Dan akhirnya jadilah alat pengkilap batu akik

Nah berikut cara mengkilapkan batu akik menggunakan media bambu ini :

  • Pertama ambil alat itu dengan posisi tidurkan dengan permukaan bambu luar diatas
  • Kemudian basahi sedikit permukaan bambu dengan sedikit air
  • Ambil batu akik kalian dan gosokkan ke permukaan bambu tersebut sampai berbunyi greet greet
  • Cukup sekitar 5 menitan batu akik anda menjadi mengkilap dan tahan lama.

Cara ini saya dapatkan dari seepupu saya yang tinggal di sekitar kompleks pemakaman raja-raja Sumenep, lebih tepatnya di Desa Kasengan,  Konon katanya warga sana terdahulunya merupakan tempat-tempat pengawal raja, guru spriritual raja, penjaga pusaka-pusaka milik raja.

Maka dari itu saya sendiri sudah tidak meragukan cara ini karena sudah turun temurun digunakan oleh warga sekitar sana untuk memperhasul dan mengkilapkan batu akik, saya sendiri telah mencoba ke batu saya yaitu Batu Giok, Bacan, Raflesia  dan Naga Suwi, dengan hasil yang sangat memuaskan.

Thursday, November 27, 2014

Kitab Tafsir Jalalain

Kitab Tafsir Jalalain adalah kitab yang ditulis oleh Syekh Jalaluddin al-Mahalli dan Syekh Jalaluddin al-Suyuthi. Keduanya adalah ikatan anatara guru dan murid, awalnya kitab ini ditulis oleh Syekh Jalaluddin al-Mahalli pada tahun 1459, setelah beliau meninggal kemudian diteruskan oleh santri beliau yaitu Syekh Jalaluddin al-Suyuthi pada tahun 1505. Demikian kitab ini dikenal dengan sebutan Tafsir Jalalain yang artinya kitab tafsir Al-Qurán yang ditulis oleh dua Imam Jalal atau Imam Jalalain. Kitab Tafsir Jalalain merupakan salah satu Kitab yang memberikan tafsir dan penjelasan lebih spesifik dalam makna Al-Qur'an. Kitab ini merupakan standar Kitab Tafsir Al-Qurán yang banyak dikaji di beberapa pondok pesantren salaf.
 
Kitab ini satu-satunya kitab tafsir yang penyusunnya dua orang. Uniknya mereka tidak mengerjakannya secara bersamaan. Siapa yang tak kenal dengan Tafsir Jalalain? Setiap pengkaji tafsir Al-Quran pasti mengenal kitab tafsir ringkas yang disusun dua maestro ilmu tafsir, Jalaluddin Al-Mahalli dan Jalaluddin As-Suyuti. Jalaluddin, yang berarti orang yang mengagungkan agama, adalah gelar yang diberikan kepada seorang ulama yang dianggap sangat ahli dalam bebarapa ranah ilmu. Dalam khazanah tasawuf, misalnya, nama Jalaluddin dinisbatkan kepada sufi besar Maulana Muhammad bin Muhammad Al-Qunuwi Al-Balkhi Ar-Rumi alias Jalaluddin Rumi.

Karena disusun oleh dua Jalaluddin itulah kitab tafsir berusia empat abad yang menjadi rujukan wajib di banyak pesantren ini dinamakan Tafsir Jalalain, Tafsir Dua Jalal.

 
Jika anda tertarik untuk mempelajarinya silahkan unduh filenya di link ini